Sebagai upaya menjaga keberlanjutan pelayanan air bersih dan meningkatkan efisiensi distribusi, Perumda Tirta Bhagasasi membentuk Tim Penertiban Sambungan Ilegal yang mulai bertugas di wilayah Cibarusah.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi air berjalan adil, merata, serta melindungi hak pelanggan resmi yang telah terdaftar sesuai ketentuan.

Pembentukan tim tersebut dituangkan dalam Surat Tugas Nomor 09 tentang Penertiban Sambungan Ilegal Wilayah Cibarusah.

Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi Reza Lutfi Hasan mengatakan tim bentukannya ini bertugas untuk melakukan pendataan, pemeriksaan teknis lapangan, verifikasi jaringan, hingga penanganan terhadap sambungan air tanpa izin yang berpotensi menimbulkan kerugian bagi perusahaan maupun masyarakat.

“Karena menurut kami, praktik sambungan ilegal ini sangat merugikan, bukan cuman dari aspek finansial, tapi juga mengganggu keseimbangan sistem distribusi. Sambungan gak resmi ini bisa buat penurunan tekanan air, kebocoran jaringan sampai menurunnya kualitas pelayanan bagi pelanggan sah,” ungkapnya, Senin, 23 Februari 2026.

Dalam pelaksanaannya, kata Reza, ia menekankan proses penertiban dilakukan secara profesional dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis.

“Kami tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menggunakan sambungan resmi. Tujuannya agar pelayanan air bersih dapat dinikmati secara berkeadilan oleh seluruh pelanggan,” ujarnya.

Selain melakukan identifikasi dan penertiban, tim juga melaksanakan sosialisasi langsung kepada warga terkait prosedur pemasangan sambungan legal, mekanisme pendaftaran pelanggan baru, serta manfaat yang diperoleh apabila menggunakan layanan resmi perusahaan.

“Penertiban kita ini juga mengikuti mekanisme yang ada, mulai dari identifikasi dan pemetaan sambungan tidak resmi, lalu verifikasi teknis jaringan di lapangan, kita juga sosialisasi tata cara pemasangan sambungan legal. Kemudian memberikan edukasi kepada masyarakat tentang dampak sambungan ilegal. Dan terakhir kami lakukan penindakan sesuai regulasi yang berlaku,” bebernya.

Menurut dia, wilayah Cibarusah dipilih sebagai salah satu fokus awal karena memiliki potensi tingkat kehilangan air (non-revenue water) yang cukup tinggi akibat penggunaan sambungan tidak sah.

“Dengan adanya tim khusus ini, perusahaan menargetkan dapat menekan angka kehilangan air sekaligus meningkatkan efisiensi operasional,” tandasnya.