Bekasi – DPRD Kota Bekasi mendorong Pemkot Bekasi membuka akses permodalan untuk UMKM. Langkah ini dinilai penting guna menumbuhkan dan mengembangkan sektor usaha kecil menengah.

Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi Arif Rahman Hakim mengatakan dukungan modal menjadi kunci. Menurutnya, ketersediaan modal mampu memperkuat keberlangsungan usaha kecil di tengah pertumbuhan kebutuhan pasar.

Arif menilai bantuan permodalan bisa menyasar sektor makanan dan minuman. Tren pembelian makanan dan minuman terutama melalui platform daring sedang meningkat signifikan di masyarakat.

Menurutnya, keberlangsungan UMKM akan memberikan dampak positif tidak hanya bagi pemerintah. Pelaku usaha dan masyarakat juga mendapat manfaat dari perputaran ekonomi yang lebih dinamis.

“Salah satu potensi daerah yang sedang kita dorong adalah UMKM. Saya kira perlu adanya bantuan permodalan bagi para penggiat atau pelaku UMKM di Kota Bekasi agar UMKM ini tumbuh,” kata Arif, Rabu (17/9/2025).

Anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi Abdul Muin Hafied menyebut permodalan bisa disalurkan lewat bank daerah. Ia menilai Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Patriot Bekasi dapat mendukung pelaku UMKM.

“Kita bisa mengoptimalkan peran bank daerah untuk mensuport para pelaku UMKM, terutama dalam hal bantuan permodalan agar UMKM di Kota Bekasi tumbuh,” kata Abdul Muin.

Abdul Muin berharap akses permodalan membuat pelaku UMKM tidak terjebak pinjaman daring. Keberadaan pinjaman daring justru sering membebani para pelaku usaha kecil menengah.

“Masalah utama pelaku UMKM ada pada modal. Maka dari itu pemerintah perlu hadir memberikan solusi permasalahan tersebut,” ujarnya mengakhiri pembicaraan.