KABUPATEN BEKASI – Gedung Islamic Centre di Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, mangkrak dan tak terawat, Selasa (14/10/2025).
Namun, ada satu bangunan yang bagian atapnya bolong-bolong lantaran gentengnya hilang.
Di sekitar area gedung dipenuhi alang-alang dan semak belukar. Pada bagian dalam gedung terdapat sarang burung.
Gedung Islamic Centre ini milik Pemkab Bekasi yang rencananya digunakan untuk berbagai kegiatan keagamaan dan asrama haji.
Gedung ini dibangun semasa Bupati Bekasi dijabat Sa’duddin tahun 2009. Warga sekitar Muliati (50) mengatakan, sejauh ini gedung tersebut tak ada yang merawat.
“Ya kondisinya begitu enggak terawat, di situ juga orang pada nge-drone, tiap minggu kan. Kemarin juga ada, nge-drone di situ, ambil gambar,” kata Muliati saat ditemui di sekitar lokasi, Selasa (14/10/2025).
Atap Dicuri Lanjitnya dia menjelaskan genteng gedung Islamic Centre Bekasi diduga dicuri.
Muliati (50), mengatakan, genteng-genteng gedung tersebut dicuri usai proyek pembangunannya mangkrak. “Ya itu karena dimaling, tadinya rapat tuh atap, tinggal robohnya doang itu mah bangunan,” ujar Muliati.
Selain genteng, besi-besi bangunan itu dicuri oleh orang tak dikenal. “Iya di ambilin sama maling, besi-besinya dipotong-potong sama dia siang-siang lagi buat dijual,” ucap Muliati. Hal senada juga disampaikan Rosyid (63).
Namun, dia mengaku tak mengetahui secara pasti siapa yang mencuri genteng gedung tersebut. “Gentengnya kan disodok-sodokin jatuh, ya diambil abis itu,” ujar dia.
Diubah Jadi Rumah Sakit atau Perumahan Muliati mengatakan, karena bangunan itu terbengkalai dan dipenuhi tanaman liar, tempat itu terkesan horor.
Oleh karena itu, Muliati berharap bangunan tersebut segera digunakan sebagai tempat yang bermanfaat daripada dibiarkan terbengkalai.
Warga pun meminta agar Gedung Islamic Centre Bekasi yang mangkrak itu dibangun menjadi rumah sakit umum.
“Lebih baik dibikin rumah sakit aja itu, daripada mangkrak begitu,” ujar warga lainnya, Rosyid.
Menurut dia, rumah sakit menjadi tempat yang penting bagi warga, sehingga akses mendapat pengobatan dan perawatan medis lebih mudah terjangkau.
Berbeda dengan Rosyid, Muliati menyarankan agar lahan gedung itu bisa dijadikan sebagai perumahan subsidi. Menurut dia, jika ada perumahan akan membuat Desa Srimahi ramai.
“Pengennya ya perumahan saya mah, kalau banyak rumah jadi ramai aja,” kata dia. Soal penyebab mangkraknya proyek Islamic Centre di Tambun ini ke Bupate Kabupaten Bekasi Ade Kuswara Kunang. Namun, belum ada jawaban dari Ade.

