Kota Bekasi – Puluhan orang dari berbagai daerah di Indonesia menjadi korban penipuan berkedok jual beli Vespa klasik oleh seorang pria berinisial AWP, pemilik bengkel di kawasan Jalan Cipendawa, Rawalumbu, Kota Bekasi. Total korban mencapai 63 orang, dengan nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar.
Modus yang digunakan pelaku adalah menawarkan jasa jual beli motor Vespa, servis, hingga restorasi dan suku cadang melalui bengkel miliknya. Namun setelah menerima uang dari para konsumen, motor dan barang yang dijanjikan tidak kunjung dikirimkan. Pada Maret 2025, bengkel milik AWP mendadak tutup, dan pelaku sulit dihubungi.
Salah satu korban, Andree Noviar Pradana, menyebut dirinya tertipu hingga Rp25,5 juta setelah memesan Vespa jenis PTS pada Januari 2025. Hingga kini, unit tidak pernah diterima dan dana tidak kembali. Kasus ini mulai terungkap saat para korban saling berkomunikasi melalui komunitas Vespa dan menyadari pola penipuan yang sama.
AWP sempat menghilang dan dilacak ke beberapa daerah, hingga akhirnya ditemukan berada di kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Pada 29 Juni 2025, sejumlah korban berhasil menemui AWP langsung. Dalam pertemuan itu, pelaku mengakui kesalahannya dan menyatakan siap bertanggung jawab secara hukum. Namun ia juga mengaku tidak mampu mengganti rugi karena mengalami kesulitan ekonomi.
Para korban telah mengumpulkan data, bukti transfer, dan kronologi kejadian untuk segera melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Mereka berharap penegak hukum segera menindak tegas pelaku, mengingat jumlah korban dan kerugian yang besar.

